Pentingnya Mental Health Bagi Generasi Z
Pentinganya Mental Health Bagi Generasi Z
Assalamualaikum Wr
Wb
Perkenalkan nama saya Mika Naufal Ardiansyah,dari
fakultas peternakan Universitas Brawijaya.Disini saya akan membahas apa itu
mental health.
Mental Illness atau
Mental Health adalah sebuah gangguan yang menyerang mental dan jiwa seseorang. Hal
ini bisa menyerang apa saja dimulai dari emosi,cara bersosialisasi atau bahkan
membuat aktivitas seseorang menjadi berantakan bahkan pola pikirnya pun juga.
Mental Health seseorang perlu diperhatikan, karena gangguan jiwa seseorang
memiliki fase atau tingkatan sendiri-sendiri. Dari perhatian itulah kita bisa
tahu apakah mental kita sedang sehat atau tidak. Karena hal itu bisa
berpengaruh pada aktivitas yang kita jalani.
Berbicara tentang Mental
Health di zaman sekarang ini tentunya di zaman anak millenial atau generasi Z.
Kesehatan mental pada zaman ini perlu diperhatikan betul. Semakin maju sebuah
zaman maka persaingan didalamnya juga akan semakin ketat. Dari persaingan
tersebut generasi millenial tentunya tidak mau mengalami ketertinggalan. Mereka
bersaing keras agar dapat mencapai apa yang mereka inginkan.
Generasi Z tumbuh dan
berkembang dengan teknologi. Yang artinya mereka jarang kontak mata dengan
orang sekitar. Hal ini berpengaruh dengan perasaan mereka dan lingkungan
sekitarnya. Mengapa? Karena mereka hanya menyerap dan mengonsumsi berita-berita
dari sosial media. Dan tentunya berita-berita tersebut juga berbeda pengaruhnya
pada jiwa seseorang. Bisa jadi hal ini bisa menyebabkan kecemasan yang
berlebih, kecemasan inilah yang nantinya bisa mengganggu dan menyerang jiwa
seseorang sehingga terkena mental Illness.
Selain itu, dari
lingkungan keluarga pun bisa menyebabkan adanya gangguan mental seseorang.
Misalnya orang tua yang terlalu menekan anaknya untuk bisa mengikuti apa yang
orang tua mau. Bisa jadi karena kurangnya kasih sayang orang tua kepada anak
atau orang tua yang terlalu tempramental pada anaknya. Hal ini bisa
terjadi,karena orang tua menuntut untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Tentunya masih banyak gangguan
mental atau gangguan jiwa lainnya yang bisa berpengaruh pada jiwa seseorang.
Bahkan terdapat beberapa orang bunuh diri dan meminum-minuman keras atau
memakai narkoba setiap harinya karena terkena gangguan mental ini. Maka perlu
untuk menjaga untuk menjaga diri sendiri dari hal-hal buruk yang menyebabkan
gangguan mental.
Berikut adalah
jenis-jenis mental health
Berikut tiga jenis kondisi mental health :
1. Stres
Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami
tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.
Seseorang yang stres biasanya akan tampak gelisah,
cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi,
mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi.
Stres bukan saja dapat memengaruhi psikologi
penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan
fisik mereka.
contoh dampak stres terhadap perilaku seseorang:
1. Mengonsumsi minuman beralkohol
secara berlebihan.
2. Penyalahgunaan obat-obatan
narkotika.
3. Menjadi penyendiri dan enggan
berinteraksi dengan orang lain.
2. Gangguan
Kecemasan
Gangguan
kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami
rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak
buruk terhadap kehidupan sehari-harinya.
Bagi
sebagian orang normal, rasa cemas biasanya timbul pada suatu kejadian tertentu
saja, misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja.
Namun pada penderita gangguan kecemasan, rasa cemas ini kerap timbul pada tiap
situasi. Itu sebabnya orang yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa rileks
dari waktu ke waktu.
Selain
gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa
muncul pada penderita gangguan kecemasan adalah berkurangnya rasa percaya diri,
menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.
gejala
fisik yang mungkin menyertai masalah gangguan kecemasan antara lain :
· Sulit
tidur
· Badan
gemetar
· Mengeluarkan
keringat secara berlebihan
· Otot
menjadi tegang
· Jantung
berdebar
Sebenarnya, gangguan kecemasan dapat diatasi tanpa
bantuan dokter melalui beberapa cara, seperti mengonsumsi makanan bergizi
tinggi, cukup tidur, mengurangi asupan kafein, minuman beralkohol, atau zat
penenang lainnya, tidak merokok, berola raga secara rutin, dan melakukan metode
relaksasi sederhana, seperti yoga atau meditasi.
Jika pengobatan mandiri tidak memberikan perubahan,
disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan dari dokter biasanya
meliputi pemberian obat-obatan antiansietas serta terapi kognitif.
3. Depresi
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang
menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa
yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa
berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga
dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara
berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani
aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa
menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.
Berikut ini adalah beberapa gejala psikologi seseorang
yang mengalami depresi:
· Kehilangan
ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu.
· Terus-menerus
merasa sedih, bahkan terus-menerus menangis.
· Merasa
sangat bersalah dan khawatir berlebihan.
· Tidak
dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri.
Pencegahan
Gangguan Mental
Tidak semua gangguan mental dapat dicegah.
Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko
serangan gangguan mental, yaitu:
- Tetap
berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.
- Berbagilah
dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah.
- Lakukan
olahraga rutin, makan teratur, dan kelola stres dengan baik.
- Tidur dan
bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap harinya.
- Jangan
merokok dan menggunakan NAPZA.
- Batasi
konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein.
- Konsumsi
obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dosis dan aturan pakai.
- Segera ke
dokter bila muncul gejala gangguan mental.
Dianjurkan untuk
berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala-gejala depresi selama lebih dari
dua minggu dan tidak kunjung mereda. Apalagi jika gejala depresi tersebut
sampai mengganggu proses pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial.
Jadi
kita harus selalu berpikir positif dan selalu mencari kegiatan yang positif.Selalu
berkonsultasi Bersama keluarga jika mengalami kesusahan,dan selalu terbuka atas
masalah yang dihadapi supaya kita bisa mendapatkan dorongan motivasi agar
mendapatkan hidup yang berkualitas.
Sekian
dan Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar